RSS

Rick Price Live in Concert, an Opening for Kahitna Show

13 Mar

9 Maret 2012, Grand Pacific Convention Hall, Yogyakarta

*peringatan tidak penting yang harus anda lakukan : bacalah tulisan ini dengan penuh imajinasi, bayangkan saya sedang ngobrol persis di depan muka anda dengan intonasi dan ekspresi yang variatif*

Promotor Rajawali Indonesia (RI) kemarin ndatengin vokalis serba bisa asli Australia, Rick Price (sekarang tinggal di Amerika). Gak kalah galaunya, Kahitna disertain juga dalam tur 5 kota ini (Jogja, Medan, Surabaya, Makasar, Bandung). Sudahlah, kita sama-sama tau Rick Price = ‘Heaven Knows’ (pol mentok ‘If You Were My Baby’ deh), jadi gak perlu dibahas lebih lanjut karena pasti sudah tertebak akan seperti apa keadaannya ketika konser.

Anda mengira saya datang ke konser untuk melihat Kahitna? Kalau begitu cukuplah membacanya sampai di sini saja :p hehehe.

|

Oh, anda masih meneruskan membaca? Berarti anda mengira saya nonton Rick Price? Apa saya tampak setua itu???😀 Sayangnya saya memang datang khusus untuk nonton Rick Price’nya (untuk selanjutnya biar lebih pendek saya sebut Ricky, nama aslinya).

Sebelumnya pada suatu pagi yang katanya Hari Musik Nasional -sebelum konser dimulai malam harinya; alkisah saya ingin berkeluh desah, eh kesah dulu. Gambaran Meet&Greet (M&G) yang saya menangkan lewat fasilitas kicauan di socmed tetangga sebelah buyar bagaikan kerja gak dibayar, alias rodo kagol setelah melihat backdrop dengan tulisan Press Conference (PC). Bayangan saya, M&G itu (seharusnya) akan lebih baik jika suasananya lebih personal dan intim meski bukan muhrimnya, jadi esensi Bertemu & Menyapa itu tidak kaku. Nah, PC tentu akan membuat jarak seolah-olah kondisinya kayak seminar, hal ini sebenarnya gak masalah kalau memang cuma PC. Entah ya kalau penggabungan seperti ini udah sering dan dianggap lumrah, tapi IMHO PC & M&G itu beda esensinya dan akan lebih baik jika dipisahkan karena sudah tidak ada kecocokan *eh*. Banyak yang datang dan entah dari mana saja, yang saya tahu sebagian adalah pemenang M&G dari pihak sponsor dan beberapa media (tapi kok yang bertanya cuma sedikit sekali, mau ngandalin copy paste press release ya :p?). Kejanggalan lainnya, pengumuman pemenang kuis yang saya ikuti cuma 2 periode dengan total 8 orang di kota yang berbeda (CMIIW). Setelah periode kedua tidak ada lagi pengumuman, padahal ada yang masih ikut kuisnya, dan admin akun RI tau itu. Jadi, acara yang berlangsung di hotel bintang 5 -tapi wc’nya kayak kobokan karena gak diflush– itu sebenarnya adalah Press Meet & Conference Greeting, bingung? sama! Jadilah acara itu seperti sekedar kesempatan memandang puas dengan histeris idola dari dekat lalu minta foto & tanda tangan.

Rick Price and his handsome fan...

Rick Price and his handsome fan…

Biarlah soal di atas, mari kita ke konsernya saja😉

Ketakutan saya tentang konser ini ternyata terjadi lebih cepat ketika Om Ricky membuka konser dengan lagu ‘Not A Day Goes By’ pada pukul 21.30 WITA (eh, belum dikonversi ding ya). Yap, jarang-jarang musisi luar negeri yang sedang promo album malah jadi pembuka, bukannya headliner. Ia bernyanyi sambil memainkan gitar yang kadang ia perlakukan seperti perkusi, sesekali ia pindah ke piano atau ambil harmonika dan mulai memainkan lagu lama yang biasa ia nyanyikan. Lagu demi lagu ia mainkan sendirian, ketika M&G saya sempat bertanya kenapa ia memilih format akustik bukannya full band, ia bilang kadang masih bernyanyi dengan band tetapi lagu2nya akan lebih dapet suasananya dengan format akustik. Selain itu full band terkadang terlalu bising untuk lagu2 dia, ujarnya.

Om Ricky hampir tanpa jeda memainkan lagu2nya, sehingga konser terasa cepat sekali, meski sesekali ia bercerita tentang kisah dibalik lagu yang akan ia mainkan. “Let’s play some blues, shall we?”, ajaknya di lagu ‘Bridge Building Man’ yang berkisah tentang manusia harus bisa membuat jembatan untuk 2 hati yang berbeda. Hal itu ia analogikan dari kisah percakapannya dengan sang kakek dan ayah tentang sebuah jembatan kayu yang menghubungkan 2 kota. Om Ricky juga mengomentari soal maraknya donlot bajakan, sehingga dalam album barunya “The Water’s Edge” ia mencoba strategi baru dengan memberikan free download single terbaru ‘Shape of My Heart’ di situs resminya. Setelah berceramah, ia menyanyikan ‘It Starts With a Kiss’ lagu tentang making love (start with a kiss, then hugging, and then terserah anda…).

Setiap kali Om Ricky bernyanyi, selalu membuat sebagian besar penonton diam terhening. Mungkin mereka terhenyak dan hanyut dalam suasana yang khusyuk karena lagunya menembus kalbu dan menusuk sukma. Atau mungkin sebenarnya mereka diam saja KARENA NGGAK NGERTI LAGU2NYA OM RICKY (maaf capslock nggak sengaja dipencet dengan sengaja). Penonton yang di belakang saya (saya duduk di kelas bronze, di luar kelas itu bukan tanggung jawab saya :D) malah bikin emosi karena beberapa kali ngobrol sendiri dengan suara keras dan tampak (me)lupa(kan) kalau ada orang yang mereka bayar mahal sedang bernyanyi. Bahkan kata seorang teman, orang di sebelahnya malah sibuk main game di hp’nya. Walaupun dicuekin, tapi Om Ricky justru “membalasnya” dengan lagu ‘I’ve Got It Good’, lagu yang mengajak kita untuk selalu bersyukur meski apapun yang terjadi.

Kira2 seperti itulah Om Ricky berkisah dalam sebuah lagu, nah lalu bagaimana dengan Kahitna? Berikut kisahnya :

……….

……….

……….

Nah udah tau kan? Begitulah ceritanya di atas….😀 hehehe, giliran saya yang diam aja ketika Kahitna mulai naik panggung, karena nggak ngerti lagu2nya, cukup tahu aja sih tapi nggak ngerti, bukan selera saya.

|

Oh, anda menganggap saya nggak cover both side? Oke lah saya ceritain…Kemunculan Kahitna dimulai dengan lagu mereka ‘Everbody Needs Somebody’ duet dengan Om Ricky yang setelah itu pamit dari panggung. Secara keseluruhan; musikal-aksi panggung-interaksi; penampilan Kahitna sangat oke, patut dapat 2 jempol ke atas dan digoyang. Namun gara2 Kahitna juga saya sadar venue yang lagi laris buat konser di Jogja ini masih kurang oke akustiknya jika dipakai format full band. Suara gitar dan perkusi cuma sekedar lewat di kuping, habis itu sering nggak kedengeran, mixing keseluruhan sound jadi mbulet2 karena dipersulit gema efek ruangan. Saya memang diam aja selama Kahitna, tapi nggak terus teriak2 sendiri karena saya bukan orang gila😀. Pas ada lagu yang nadanya enak kaki saya masih bisa ikut goyang2 dan kepala ngangguk2 mengikuti irama kok.

Hal yang menonjol dari penampilan Kahitna adalah penampilan yang atraktif dan interaksi yang hangat dengan penonton. Tampak 1 wanita beruntung diajak nyanyi bareng di atas panggung, tapi lama2 saya mikir sebenarnya dia beruntung apa sial karena dijadiin bahan candaan juga😀. Tapi yang jelas pasti banyak cewek dan cowok yang iri maksimal pas kejadian itu. Kejutan lainnya adalah tiap vokalis bergantian berjalan ke tengah2 penonton, sontak saja banyak yang berdiri terutama cowok2 pas Mario yang maju, kalo saya mending ngumpet deh, soalnya kan…*eh* *maaf sinyal ilang* *keselek pisang*. Satu lagi hal yang paling menonjol, sambutan dan respon penonton kepada Kahitna. Kalau pas Om Ricky kayak lagi pada berdoa, nah pas Kahitna kayak pasar malam, bahkan sesaat ada gempa lokal karena pada loncat2.

Beberapa bulan lalu setelah mendengar kabar akan ada konser ini, saya pernah berkicau dan bilang ke teman tentang kemungkinan2 yang bakal terjadi, eh terjadi beneran, teman saya juga akhirnya mengamini. Ketika M&G saya juga sempat berkata kepada Om Ricky dengan bahasa Anglo-Saxon saya yang fasih sekali sampai2 Om Ricky bingung😀 : “mungkin sebagian besar penonton adalah fans Kahitna dan datang untuk menonton Kahitna, mereka mungkin hanya tahu lagu anda Heaven Knows, apa yang akan anda lakukan?” Personil Kahitna tersenyum pas saya bilang gitu, mereka mungkin sudah tahu apa yang akan terjadi pas konser😉. Om Ricky tampaknya tidak mempedulikan itu, dengan bijak ia jawab akan tampil dengan maksimal dan mempromosikan lagunya terus2an yaitu salah satunya lewat konser ini.

Jadi, judul di atas itu tidak salah, karena memang kenyataannya sambutan dan suasana konser pas Kahitna itu nunjukin mereka lah headliner konser ini. Menurut hemat saya sudah tepat, kalau saya jadi pengatur acaranya Om Ricky juga bakal saya mainkan duluan, karena mayoritas memang nunggu Kahitna’nya, jadinya antiklimaks kalau Kahitna duluan. Meski dipikir-pikir kasian juga Om Ricky😀. Satu2nya sambutan yang meriah buat Om Ricky adalah ketika duet sama Kahitna bawain ‘If You Were My Baby’ & ‘Heaven Knows’ untuk encore.

Secara keseluruhan, konser ini memuaskan, jika harus memberi nilai mungkin 7 atau 7,5 dari 10. Bisa 8 atau 9 jika sound sempurna (tapi sempurna hanya milik Gusti Allah sama Andra & The Backbone), para performer juga kesannya ngebut bawain lagu demi lagu, lalu kurang menghargainya beberapa oknum penonton ketika sang musisi tampil. Tapi toh Om Ricky tidak peduli itu, semakin tua semakin bijak dia. Seperti tampilannya yang tindikan di telinganya dah gak ada & rambut cepak, katanya : “I’m sick of it” (with long hair).

Untuk kelas bronze tiket sold out, tanda kalau orang-orang mencari harga tiket termurah kah? Secara keseluruhan kurang lebih 3/4 kursi terisi, bagian silver tampak kosong di bagian belakang, untuk platinum & gold saya nggak bisa ngeliat. Walaupun tidak pas harinya, konser ini lumayanlah buat kado ultah, setelah tahun2 sebelumnya dirayain oleh Slank-Iwan Fals, Skid Row, dan Stone Temple Pilots.

Song list Rick Price (untuk Kahitna saya gak apal, monggo kalo ada yang mau nambahin, saya cuma tau ‘Cantik’, ‘Katakan Saja’, ‘Andai Dia Tau’, ‘Everybody Needs Somebody’) :

* : song from new album

1.     Not A Day Goes By

2.     River Of Love

3.     Bridge Building Man

4.     Nobody Knows My Name

5.     Walk Away Renee

6.     It Starts With a Kiss*

7.     You’re Never Alone

8.     Angels*

9.     I’ve Got It Good*

10.   Shape of My Heart*

11.   Fragile

12.   Nothing Can Stop Us Now

13.   Everybody Needs Somebody (duet)

14.   If You Were My Baby (duet)

15.   Heaven Knows (duet)

 
Leave a comment

Posted by on March 13, 2012 in konser, memory, music, review

 

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: