RSS

A(nother) Night To Remember

21 Feb

beberapa malam sebelum meninggalkan peraduan ibukota, saya mendapatkan tawaran yang cukup membuat berpikir…adalah undangan konser Balawan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ)…

berpikir karena konser jam 8 malam, menonton sendirian (yang sebenarnya tadinya liputan, tapi akhirnya hanya menonton saja), capek karena seharian udah keluar, nggak begitu tahu lagu2 Balawan dan tentunya adalah perjalanan ke Pasar Baru yang cukup jauh (karena capek)…

tetapi mengingat belum pernah nonton Balawan, kemudian akan segera meninggalkan ibukota, akhirnya tawaran saya terima, dengan tersisa 1 jatah orang lagi, terpikirkan mengajak seorang KAWAN sesama perantauan di ibukota, dan ternyata ia bersedia dan kami janjian di GKJ…

tempatnya hampir seperti Taman Budaya Yogyakarta,,,suara gong menandakan 5 menit lagi acara dimulai, namun batang hidung teman saya tadi belum juga nampak…lampu padam dan para personil Batuan Ethnic Fusion muncul satu persatu disusul Balawan, tanpa basa basi langsung lagu demi lagu digeber, tampak pada awal2 hingga pertengahan konser Balawan mengalami kendala teknis pada mikrofon, dan tetap teman saya belum nongol juga daun kupingnya…
akhirnya teman saya datang dengan nafas tinggal separuh karena berlari dari halte busway seberang gedung, masih lengkap dengan baju batik’nya karena itu hari Jumat…basa basi kami karena lama tidak bertemu langsung dialihkan permainan Balawan yang memang membuat mata tidak bisa melepaskan pandangan dari jemari dan gitarnya itu…

entah kenapa Balawan selama konser hanya memakai 3 gitar, Ibanez merah, gitar custom (yang saya lupa berapa senar) yg ditaruh di stand, dan gitar akustik…gitar double neck 12 strings yang biasa terlihat nangkring di pundaknya ketika di tivi2 itu hanya ditaruh saja di belakangnya tanpa disentuh sama sekali…namun Ibanez merah’nya itu sudah lebih dari cukup untuk menemani Balawan selama konser, dan sangat mendukung ketika ia sempat improvisasi dengan membawakan repertoar blues dan covering Dust In The Wind…

Balawan feat. Jubing Kristianto

Balawan feat. Jubing Kristianto

dan memang saya nggak tahu sama sekali lagu2nya, begitu juga teman saya, kami hanya tahu 2 lagu yang ia bawakan, yaitu Janger yang dibawakan secara rancak dan duet dengan seorang maestro kendang asal Bali yang didaulat jamming pada malam itu…serta covering Every Breath You Take (The Police) yang dibawakan secara akustik duet dengan Jubing Kristianto, sebelum memulai lagu ini Balawan mengingatkan untuk tidak ikut bernyanyi karena akan kacau,,,ya memang benar, lagunya jadi rancak dan susah untuk dibuat bernyanyi, tapi cuek aja saya ikut bernyanyi mengikuti tempo yang mereka buat…

waktu berlalu dan konser pun selesai, tapi tidak dengan kisah saya…teman saya mengajak makan, meski waktu menunjukkan pukul 10 malam,,,yang lebih repot lagi adalah dia gak bawa helm, sementara saya naik motor…

mau tahu akhirnya apa solusi kami? ya, ini akhirnya menjadi salah satu hal terkonyol yang pernah saya lakukan selama di ibukota…kami berdua nekat berboncengan hanya dengan saya yang memakai helm!

boro2 gak pake helm, dengan keadaan lengkap saja saya mikir2 dan ekstra hati2 kalau melewati kawasan Red Zone (baca:kawasan plat merah a.k.a instansi pemerintah, yang dimana buuuuaaanyaaak polisi, entah polisi militer maupun lalu lintas) ini,,,(kalau anda melihat kondisi motor saya, jelas2 akan kena pasal berlipat ganda selain tidak memakai helm)…yang jelas kami dari GKJ harus memutari lapangan banteng, yang memaksa bertemu Monas dan selepas itu ada beberapa istana kementerian negeri ini yang tiap sudutnya selalu dijaga…sebelum mencapai patung kereta kuda, teman saya terpaksa harus turun karena di sudut lampu merah pasti ada polisi 24 jam, akhirnya ia harus rela berjalan beberapa meter sementara saya menunggu setelah lampu merah di bawah gelapnya pohon agar tidak terlihat polisi…dan setelah itu jalanan seolah menjadi milik kami, karena tidak ada satupun halangan hingga mencapai Kebon Jeruk…

tidak tahu mengapa, tapi yang jelas kami berdua sangat puas malam itu, puas karena disuguhi permainan apik Balawan, bermain api dengan melintasi kawasan paling “berbahaya” di ibukota tanpa atribut motor yang lengkap, kemudian diakhiri dengan nongkrong di angkringan sembari ngobrol ngecriwis ngalor ngidul bernostalgia tentang kehidupan kuliah kami dulu di Jogja…

and after all, this is just A(nother) Night To Remember…

 
2 Comments

Posted by on February 21, 2010 in konser, memory, music, review

 

Tags: , , ,

2 responses to “A(nother) Night To Remember

  1. Anwar Riksono

    July 13, 2010 at 5:40 pm

    aku tau.. siapa kawanmu itu… hahahahaha.. Kapan kita nonton konser bareng lagi???? Kapan kau akan memerawani kameraku??? hakakakakak…

     
    • Surya

      July 23, 2011 at 12:28 pm

      iseng bales ah, meski dah lama :p
      siapa ya kawanku itu?spertinya saya jg gak kenalšŸ˜€
      situ mau bayari saya nonton konser?

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: