RSS

like the song…

23 Mar

ini terusan dari postingan sebelumnya…tentang Pak Pappilon…

akhirnya ikut berangkat ke Cepu untuk melayat, karena ada bis dari kampus…kita rencana berangkat jam 6 pagi…

malamnya nunggu di warnet sampai jam 3 pagi, lalu kekunci mau masuk kos’nya Gondez, akhirnya sama Kris tidur di kampus, sekalian biar gak kesiangan waktu berangkat…

akhirnya keberangkatan molor, baru jam 7 kita berangkat…sudah persiapan minum antimo…hahaha…maklum, kalo naek roda 4 tidak duduk di depan atau nyetir sendiri malah mabuk…hahaha…

kita berangkat lewat Ngawi, terus Bojonegoro yang jalannya ya ampun…&%^#%^#(@&% kayak sungai kering, penuh lubang dimana-mana…akhirnya kami sampai di rumah duka jam 12 siang…

kebetulan pemakaman dipercepat karena jasad beliau mengeluarkan darah terus menerus…sesampainya disana tidak menyangka kalau di Cepu itu panaaas banget! baju langsung basah kena keringat…

sambutan dari Fisip ada 2 yaitu Bu Sundari selaku Dekan dan Hendy dari BEM…yang lucu si Hendy kehabisan kata2 dan sering salah ucap…sebenarnya saya ingin mengucapkan kesan2 selama mengenal beliau, namun waktu tidak memungkinkan…

kemudian dapet cerita unik dari Mas Danang…ternyata Pak Pappi itu dari sore sebelum meninggal dah kerasa sakit, lalu pesen taksi buat ke Rumah Sakit Bethesda, karena gak boleh pas mau nyetir sendiri…ternyata sampe sana beliau didiagnosa pembuluh darah di kepala sudah pecah, dan diminta opname, habis itu beliau langsung ngedrop…dan uniknya lagi…menurut medis, kalo pembuluh darah dah pecah, orang pasti akan langsung meninggal, namun Pappi masih bisa jalan ke rumah sakit…jadi teringat malamnya nonton Passion of The Christ, dimana Yesus disiksa sedemikian rupa namun masih bisa memanggul salib…

lalu muncul sedikit “keanehan” ketika jenazah diberangkatkan ke pemakaman…tiba2 mulai gerimis…dan sesampainya disana, ketika jenazah mulai diturunkan ke liang lahat, hujan deras disertai angin kencang melanda…tanah di Cepu yang labil dan kebanyakan tanah liat dan pegunungan kapur mulai mengeras dan menjadi liat, sehingga sulit untuk di cangkul…

ketika hujan deras itu langsung teringat di malam sebelum berangkat ke Cepu, postingan sebelum ini tentang beliau yang dimana saya mendedikasikan lagu Summer Rain untuk beliau…dan ternyata…hujan betulan!…kemudian beberapa hari kemudian baru sadar bahwa lirik lagu Summer Rain itu ada kata – kata seperti ini :

lately I’ve been thinkin’,

even thou’ I’m miles away,

I can feel your love around me,

You’re with me everyday,

and of all the roads I’ve travelled,

and all that i’ve been through,

no matter where life takes me,

never far from you…

ternyata ini adalah tentang perpisahan, terlihat dari kata : even thou’ I’m miles away dan no matter where life takes me…tapi gak sadar kalau ini mungkin cara pamit Pappilon kepadaku, karena keluarga dan teman dekatnya juga dipamiti…

bener banget apa kata Om Gatot…jika seseorang telah berpulang dan ia berada di surga, pasti di surga itu ada apa aja…bahkan sesuatu yang belum ada di dunia ini sudah ada di surga…semoga Pak Pappilon bisa mendengarkan album Whitesnake yang baru di sana…

sekali lagi ini bukan untuk mengkait-kaitkan hal2 yang aneh…namun cuma merasa sedikit gundah aja dgn semua kebetulan ini…

sekali lagi…selamat jalan Pak Pappi…

kami akan merindukan kata2mu seperti : “piye dab…???”…atau “ada lagu baru apa???”…

bye-bye and so long

foto :

-Pak Pappilon disemayamkan di RS Bethesda …

Pak Pappilon di Bethesda

Pak Pappilon di Bethesda

|

-ketika doa penurunan jenazah hujan deras…

penurunan jenazah

penurunan jenazah

selepas pemakaman kami langsung pulang ke Jogja, hampir sebagian dari kami basah kuyup dan kaki penuh tanah…di perjalanan kami bercanda terus di bis, satu-satunya hiburan adalah mengerjai si Kick Hendy…tiada hari tanpa penderitaan dia ini, dari SMP sampe kuliah…huahahahahahahaha…

kami sempat berhenti sebentar di rumah makan di daerah Ngawi, karena dibayari kami tidak sungkan-sungkan untuk memesan makanan, hampir semua dari kami memesan sop asem iga sapi…

duduk di belakang sangat nyaman karena persediaan makanan melimpah… :p sedangkan bagian depan cuma dapat sisa aja…hehehe…tapi akhirnya kami tertidur semua karena capek dan kenyang…

|

-rombongan pulang ke Jogja…ka-ki (pak nindito, christa, saya, tembel, menteng, anwar, tumbur, adit, alfi, ricky, dany, andri, maria)

rombongan pulang ke Jogja

rombongan pulang ke Jogja

thanks buat suryo wibowo yang “minjemin” foto2nya, termasuk foto Pak Papillon dan kami semua…

 
5 Comments

Posted by on March 23, 2008 in memory, Trip

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

5 responses to “like the song…

  1. Gatot Widayanto

    April 12, 2008 at 9:30 pm

    Surya …
    Terima kasih ulasannya … meski saya tidak kenal Pak Papillon, saya ikut belasungkawa. Saya selalu terinspirasi dengan KEMATIAN karena memang itulah the REAL END of our life. Ya .. tidak pernah ada fakta atau teori dimana orang TIDAK MATI, karena MATI adalah PASTI. Makanya … Marilah Kita Nikmati Hidup Menuju Kematian. Karena … kehidupan sebetulnya, kehidupan yang langgeng hanya terjadi setelah kita mati di dunia ini.

    Terima kasih menukil nama saya untuk ulasan ini. Jujur .. saya percaya bahwa di surga apapun ada termasuk apapun yang kita gak pernah bayangkan ada di dunia. Jadi .. kalo pengen punya CD atau kaset dari band yang paling bagus pun … PASTI ADA di surga …. apapun aliran musiknya!!! Mari kita bersiap diri menuju kematian yang kapan waktunya kita gak pernah tahu …

    Salam,
    G

     
  2. Surya

    April 12, 2008 at 11:47 pm

    wah trims Om G dah mampir, maap sbelumnya gak minta ijin dulu buat nukil namanya :p…
    ternyata Pappilon ini adalah teman satu angkatan Om Denny dan istrinya di UNDIP, Semarang…Om Denny adalah temen Om Hendro di Undip, ketemuan pas di Skid Row..padahal pas Skid Row Pak Pappilon ini aku ajak nonton, tp gak bisa, lha kalo jadi kan malah reunian UNDIP mereka…hehehe…Om Denny tahu gara2 baca blog aku yg di multiply, trus sms…
    ndonya iki memang ming sakjembar godong kelor…hehehe…
    yup, mari kita bersama menuju kehidupan yg baru, apalagi habis ngupas habis Pink Floyd – Dark Side of the Moon, jadi lebih mrinding membayangkan betapa uniknya dunia ciptaann-Nya ini…

     
  3. anwar

    October 24, 2009 at 6:46 pm

    Kaget mendengarnya dan sama sekali tidak menyangka… Semoga arwahnya diterima di sisi Bapa. Ketoke kita malah hepi-hepi setelah pulang dari pemakaman ya.. ck..ck..ck..

    doaku menyertaimu, Pak!!!

     
    • Surya

      December 30, 2009 at 1:51 am

      @ anwar,,,dirimu to sing punya ide2 hura2 setelah pulang..hahaha

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: