Review: Heavier Than Heaven (Kurt Cobain biography)

19 07 2008

sbenernya tahun 2001 keluarnya…tapi aku baru dapet 1 bulan yang lalu, itupun yang terjemahan Indonesia, dan mmg yg ini baru keluar di tahun 2007…
gara2nya pas ada acara Communication In Festival, kelompok profesi Teras ada Pojok Baca, mereka juga menjual buku2 yg buanyak bgt, harganya pun diskon…
aku tanya ada gak buku ttg musik? ada 2 ternyata yaitu pertama buku ttg musik sebagai metode pembelajaran kayaknya (buku ini juga pernah dibaca Om G, yg di dalamnya tertulis : musik rock itu dapat mengganggu kesehatan, kira2 intinya gitu…ya langsung tak skip lah judul ini :p ) dan yang satunya ttg Kurt Cobain ini…
harganya ternyata jadi setengah harga setelah kena diskon,,,mantabh deh…hehe

ttg bukunya:
kisah Kurt dari kelahirannya sampai kematiannya diceritakan dengan detail disini…sangat2 detail bahkan…dan ternyata memang Kurt punya gen seniman sekaligus gen utk bunuh diri, karena kakek dan saudaranya juga mati bunuh diri…
kemudian diceritakan bahwa Kurt adalah seorang yg pendiam dan pasif, terutama jika ia menghadapi masalah, ia cenderung menghindarinya…
perceraian ortu’nya dan masalah perutnya ternyata adalah masalah terbesar yg selalu menghantuinya hingga bunuh diri…

semangat punk rock jg selalu diusung Kurt meskipun masuk major label, terlihat dari dia selalu menolak tawaran tur dan manggung, serta bersedia untuk dibayar murah, bahkan tidak dibayar…
Kurt yg dulunya rocker, dan penggemar Sammy Hagar, akhirnya berubah haluan setelah mengenal punk rock…ada cerita unik juga ketika Eddie Van Halen yg mabuk berat (melebihi mabuknya Kurt) yg memohon-mohon pada Kurt untuk nge-jamm, tapi ditolak oleh Kurt (gila…Eddie VH lho!!!!!!!!!!!!!!!)
kehadiran anaknya, Frances, cukup menghilangkan kebiasaan buruknya, tapi tidak seratus persen, bahkan justru menjadi salah satu alasannya untuk suicide…

Kurt juga seperti memiliki kepribadian ganda, kadang dia bisa “sehat sekali” tapi kadang hanya “seonggok sampah” yang tidak pernah berhenti sakaw…kadang dia benci utk melakukan sebuah tur dan manggung, tp kadang dia marah2 jika videonya tidak diputar di MTV…
cukup ironis sebelum kematiannya, salah satu orang yang bertemu dengannya adalah Duff McKagan (GNR), ketika di pesawat…mereka duduk bersebelahan, padahal Nirvana dan GNR sering kali bersitegang, namun karena sama2 dari Seattle dan mengawali karir dari band punk, maka mereka bisa akrab…
kematian Kurt bisa dibilang karena trauma perceraian ortu’nya, masalah perutnya, serta yang paling penting adalah karena dia terlalu mencintai orang2 yang ada di sekelilingnya (ada di surat wasiatnya)…lho? aneh ya…ya memang, karena dia merasa akan lebih baik bagi putrinya dan teman2nya jika dia tidak ada di dunia ini, walaupun itu mgkn adalah cara yang paling tepat…
jadi, buat saudara2 semua, hendaknya ketika kita mencintai, janganlah terlalu berlebihan, karena cinta itu bisa membunuhmu!!!hehehe…

aku hanya memberi bintang 4, karena ada beberapa hal yg tidak diceritakan disitu lebih lanjut, seperti lambang smiley (ketika konser) yang mengeluarkan lidah itu dapat darimana?, kemudian bagaimana cerita Krist Novoselic, Dave Grohl ketika di masa2 Kurt bunuh diri kurang diekspos…yah, pokoknya ada beberapa hal yg kliatannya tu gak dicritain disitu, dan porsinya kurang, kadang kala malah terlalu berbelit-belit pada hal yg tidak begitu penting…

tapi tetep menarik secara keseluruhan…karena emosi kita diubek-ubek (dibuat naik turun) dari awal cerita…mengharukan…suatu ketika kita berharap Kurt menjadi sukses dan sejahtera, kemudian berubah menjadi antipati karena drugs, kmudian muncul harapan ketika dia sembuh dan ada Frances, tapi ternyata ia malah suicide…





new Blog…

14 07 2008

halo hola helo…

wahai temans…

aku ada info blog baru nih, namanya :

FISIP TRAVELLER (klik saja di tulisan itu)

ini blog yang isinya berisi tentang petualangan…petualangan dari beberapa mahasiswa FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta…

petualangan tidak sembarang petualangan, karena dilandasi latar belakang orang2nya yang beragam, mulai dari : pecinta alam, pecinta kuliner, fotografer, model (narsis), orang kurang kerjaan, orang nekat, orang aneh, orang-orangan…eh…pokoknya segalanya deh…membuat petualangan ini sangat seru dan mendebarkan…

karena selain itu “penyakit”nya adalah semua kegiatan yang dilakukan tidak pernah direncanakan sebelumnya, jadi serba dadakan, tapi selalu terlaksana dan menemukan hal yang baru…

monggo yang suka petualangan (tapi tentu dengan versi mereka) silahkan mampir…





Pengangguran Terselubung

3 07 2008

gimana bukan pengangguran…lha status sih mahasiswa, tapi kuliah juga dah habis, tapi belum lulus2…trus gimana??? ….
karena gak jadi2 KKL makanya semester pendek (SP) ini aku ambil 1 mata kuliah…cuma etika filsafat komunikasi aja, itung2 ndongkrak nilai…tapi ternyata tetep aja krasa nglangut (bosen) banget…gak ada kegiatan yang bisa dilakukan…
akhirnya, tiba-tiba menjadi suatu kebiasaan…ketika malam menjelang pukul 10 atau 11, aku, Jati, Gondez & Kris pasti sudah berkumpul di Ruang Kemahasiswaan (RK)…
sebenarnya apa yang kami lakukan hanyalah suatu kegiatan yang memeras otak…yaitu : BERMAIN KARTU REMI …!!!…wahahaha…ReMi juga bisa berarti “Remuk Mikir”…hehehe…
sebenarnya ini trend baru, karena sebelumnya kami cuma bermain poker saja, karena temen2 sering maen dengan satpam (kita adalah fakultas satu2nya yang bisa deket dengan hampir semua elemen kampus lho ) maka “virusnya” juga nular, ada beberapa yang mulai belajar, sedangkan aku sendiri dari kecil sudah bisa karena diajari almarhum Pakde’ku, tapi dah lupa, makanya juga belajar lagi, selain itu aturan yang ada di setiap tempat juga berbeda-beda…

Remi adalah permainan menggunakan seluruh kartu, jika 4 orang maka masing-masing 7 kartu…pertama kita harus punya “dasaran” kartu seri (2-3-4 keriting atau lainnya, harus sama gambar, untuk as jika memiliki 4 baru bisa jadi dasaran) baru bisa membuat trist / lebih (4-4-4, K-K-K, dll) kartu di tangan tidak boleh lebih dari 7, jika lebih maka nilainya akan berkurang 100, pada waktu putaran pertama kita tidak boleh langsung mengambil dari tumpukan yang dibuang…sedangkan joker tidak boleh diturunkan jika permainan belum selesai, dan joker bisa dipakai pelengkap (2-4, maka joker bisa jadi kartu #3), namun joker tidak bisa jadi dasaran…kemudian di awal buangan kita sudah bisa membuang kartu besar (lebih dari 10)…

kemudian penilaiannya : 2-10 (5 poin), joker (5 poin), K-Q-J (10 poin), As (15 poin)…jika menutup (game selesai) : 2-10 (50), K-Q-J (100), As (150), joker (200)…game berakhir jika ada yang menembus 1000…
itu kira2 peraturan di tempatku…bagaimana di tempat anda…???
apa yang kami lakukan semata-mata cuma untuk mengisi waktu, kami bisa bermain sampai pagi jam 6, dan hanya angka yang kami hitung, bukan uang…hehehe…

selama bermain kita juga selalu ditemani lagu2 rock, walaupun kadang lagu boyband atau lagu romantis…hahahaha :P :oops: :lol:





Electrovision, solo album by Doug Aldrich

3 07 2008

gitaris yang pernah mampir di Dio, Whitesnake, Bad Moon Rising, dll ini ternyata punya album solo yang keren abis…
kalo Nuno Bettencourt (Extreme) punya ciri khas yaitu beberapa lick gitaris terkenal yang dia “comot2″, nah Doug ini juga kayak gitu…

dalam satu album ini kita disuguhi berbagai jenis musik dan berbagai teknik guitar yang (IMHO) virtuoso…cuma, kalo Nuno tuh shredder, si Doug ini lebih metal… walaupun ada yang ngejazz, funk, black music khas bronx, classic, dll…

album tahun 1997 ini juga bahkan lebih gahar dibandingkan ketika dia di Whitesnake…walaupun permainannya di Whitesnake tetep keren abis dan dapat membentuk soulnya sendiri dan menyesuaikan dengan musik blues yang ditampilkan Coverdale…

list:
1. Super Fly
2. Trash and The Fascination
3. Midnight Sun
4. Flav O Fraz
5. Plazma
6. Her Kingdom
7. Three Minutes
8. Wes Coast
9. Mind Punk
10. Sky Blue and Black
11. Goodbye Kat Gut

orang – orang di balik layar :

* Dizzy Reed – Organ (Hammond), Fender Rhodes

* Kal Swan – Vocals

* Ron Young – Vocals

* Doug Aldrich – Guitar, Producer, Engineer, Main Performer

* Jim Lewis – Executive Producer

* Matt Kramer – Vocals

* Ioannis – Artwork, Design, Digital Painting, Art Direction

* Annamaria DiSanto – Photography

* Rob Harrington – Bass

* Linda Loiewski – Art Direction

* Jimmy Church – Production Consultant

* Joe Barresi – Mixing

* Richard Dodd – Cello

* Chris Frazier – drum








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.