ini terusan dari postingan sebelumnya…tentang Pak Pappilon…
aku akhirnya ikut berangkat ke Cepu untuk melayat, karena ada bis dari kampus…kita rencana berangkat jam 6 pagi…
malamnya aku nunggu di warnet mpe jam 3 pagi, sampe kekunci mau masuk kos’nya Gondez, akhirnya aku & Kris tidur di kampus, sekalian biar gak kesiangan waktu berangkat…
akhirnya keberangkatan molor, baru jam 7 kita berangkat…aku sudah persiapan minum antimo…hahahahaha…maklum, kalo naek roda 4 tidak duduk di depan atau nyetir sendiri aku malah mabuk…hahahaha…
kita berangkat lewat Ngawi, trus Bojonegoro yg jalannya ya ampun…&%^#%^#(@&% kayak sungai kering, penuh lubang dimana-mana…akhirnya kami sampai di rumah duka jam 12 siang…
kebetulan pemakaman dipercepat karena jasad beliau mengeluarkan darah terus menerus…sesampainya disana aku tidak menyangka kalau di Cepu itu panaaaaaaaaaaaas banget!!! baju langsung basah kena keringat…
sambutan dari Fisip ada 2 yaitu Bu Sundari selaku Dekan dan Hendy dari BEM…yg lucu si Hendy yg kehabisan kata2 dan sering salah ucap…hahahaha…sebenarnya aku ingin mengucapkan kesan2 selama mengenal beliau, namun waktu tidak memungkinkan…
kmudian aku dapet cerita unik dari Mas Danang…ternyata Pappi itu dari sore sbelum meninggal dah krasa sakit, trus pesen taksi buat ke Bethesda, karena gak boleh mau nyetir sendiri…ternyata sampe sana beliau didiagnosa pembuluh darah di kepala sudah pecah, dan diminta opname, habis itu beliau langsung ngedrop…dan uniknya lagi…menurut medis, kalo pembuluh darah dah pecah, orang pasti akan langsung meninggal…!!!!, namun Pappi masih bisa jalan ke rumah sakit…benar2 hebat…cerita ini aku jadi ingat lagi karena malamnya nonton Passion of The Christ, dmana Yesus disiksa sedemikian rupa namun masih bisa memanggul salib…sungguh hebat Pappilon ini…sungguh engkau akan diterima di-sisiNya Pap…
lalu muncul sedikit “keanehan” ketika jenazah diberangkatkan ke pemakaman…tiba2 mulai gerimis…dan sesampainya disana, ketika jenazah mulai diturunkan ke liang lahat, hujan deras disertai angin kencang melanda…
tanah di Cepu yg labil dan kebanyakan tanah liat dan pegunungan kapur mulai mengeras dan menjadi liat, sehingga sulit untuk di cangkul…
ketika hujan deras itu aku langsung teringat di malam sebelum aku berangkat ke Cepu, aku posting sebelum ini tentang beliau yg dimana aku mendedikasikan lagu Summer Rain untuk beliau…dan ternyata…hujan betulan!!!…kemudian beberapa hari kemudian aku baru sadar bahwa lirik lagu Summer Rain itu ada kata – kata seperti ini :
Lately I’ve Been Thinkin’,
Even thou’ I’m miles away,
I Can feel your love around me,
You’re with me everyday,
and of all the roads I’ve travelled,
and all that i’ve been through,
no matter where life takes me,
never far from you...
ternyata ini adalah tentang perpisahan, terlihat dari kata : Even thou’ I’m miles away dan no matter where life takes me…tapi aku gak sadar kalau ini mungkin cara pamit Pappilon kepadaku, karena keluarga dan teman dekatnya juga dipamiti…
bener banget apa kata Om Gatot…jika seseorang telah berpulang dan ia berada di surga, pasti di surga itu ada apa aja…bahkan sesuatu yg belum ada di dunia ini sudah ada di surga…semoga Pak Pappilon bisa mendengarkan album Whitesnake yang baru di sana…
sekali lagi ini bukan untuk mengkait-kaitkan hal2 yang aneh…namun cuma aku merasa sedikit gundah aja dgn semua kebetulan ini…
sekali lagi…selamat jalan Pak Pappi…
kami akan merindukan kata2mu seperti : “piye dab…???”…atau “ada lagu baru apa???”…
bye-bye and so long…
foto2 :
-inilah Pak Pappilon waktu di RS Bethesda …
|
|
|
-yang ini ketika doa penurunan jenazah…
|
|
|
selepas pemakaman kami langsung pulang ke Jogja, hampir sebagian dari kami basah kuyup dan kaki penuh tanah…di perjalanan kami bercanda terus di bus, satu2nya hiburan adalah mengerjai si Kick Hendy…hahahaha…tiada hari tanpa penderitaan dia ini, dari SMP sampe kuliah…huahahahahahahaha…
kami sempat berhenti sebentar di rumah makan di daerah Ngawi, karena dibayari kami tidak sungkan-sungkan untuk memesan makanan, hampir semua dari kami memesan sop asem iga sapi…hahahahahaha…
duduk di belakang sangat nyaman karena persediaan makanan melimpah… :p, sedangkan bagian depan cuma dapat sisa aja…hehehehehe…tapi akhirnya kami tertidur semua karena capek dan kenyang…
-nah ini pas di bus, mau pulang ke Jogja…ka-ki (aku,anwar,tembel,tumbur,menteng,ricky,alfi,dany)
|
|
|
-ni juga masih di bus…ka-ki (pak nindito,christa,aku,tembel,menteng,anwar,tumbur,adit,alfi,ricky,dany,andri,maria)
|
|
|
-msh di bus…ka-ki (aku,tembel,anwar,ricky)
|
|
|
-ni pas berhenti makan di Ngawi…
credit :
thanks buat suryo wibowo yang “minjemin” foto2nya, termasuk foto Pak Papillon dan kami semua…






Surya …
Terima kasih ulasannya … meski saya tidak kenal Pak Papillon, saya ikut belasungkawa. Saya selalu terinspirasi dengan KEMATIAN karena memang itulah the REAL END of our life. Ya .. tidak pernah ada fakta atau teori dimana orang TIDAK MATI, karena MATI adalah PASTI. Makanya … Marilah Kita Nikmati Hidup Menuju Kematian. Karena … kehidupan sebetulnya, kehidupan yang langgeng hanya terjadi setelah kita mati di dunia ini.
Terima kasih menukil nama saya untuk ulasan ini. Jujur .. saya percaya bahwa di surga apapun ada termasuk apapun yang kita gak pernah bayangkan ada di dunia. Jadi .. kalo pengen punya CD atau kaset dari band yang paling bagus pun … PASTI ADA di surga …. apapun aliran musiknya!!! Mari kita bersiap diri menuju kematian yang kapan waktunya kita gak pernah tahu …
Salam,
G
wah trims Om G dah mampir, maap sbelumnya gak minta ijin dulu buat nukil namanya :p…
ternyata Pappilon ini adalah teman satu angkatan Om Denny dan istrinya di UNDIP, Semarang…Om Denny adalah temen Om Hendro di Undip, ketemuan pas di Skid Row..padahal pas Skid Row Pak Pappilon ini aku ajak nonton, tp gak bisa, lha kalo jadi kan malah reunian UNDIP mereka…hehehe…Om Denny tahu gara2 baca blog aku yg di multiply, trus sms…
ndonya iki memang ming sakjembar godong kelor…hehehe…
yup, mari kita bersama menuju kehidupan yg baru, apalagi habis ngupas habis Pink Floyd – Dark Side of the Moon, jadi lebih mrinding membayangkan betapa uniknya dunia ciptaann-Nya ini…
Kaget mendengarnya dan sama sekali tidak menyangka… Semoga arwahnya diterima di sisi Bapa. Ketoke kita malah hepi-hepi setelah pulang dari pemakaman ya.. ck..ck..ck..
doaku menyertaimu, Pak!!!