(Give) a Gift to yourself

28 12 2009
mengikuti misa malam Natal kemarin, dengan penuh anak2, di pintu depan gereja disajikan berbagai kado berupa makanan kecil yang dibungkus ataupun mainan…melihat sepupu yang belum genap 1 tahun sangat tertarik dengan warna warni mainan yang memberi kode pada mama’nya untuk dibelikan, serasa memutar ingatan ini ke masa kecil dulu…
baju baru,celana baru,bahkan mungkin semua’nya yang kupakai tu baru…pagi2 berangkat mengikuti misa di gereja KotaBARU…untungnya boleh dibilang dulu saya bukan tipe golongan anak kecil jaman sekarang yang suka’nya lari2, teriak2, ataupun yang sampe membuat orang tuanya harus menggendong keluar agar tidak mengganggu orang lain…selesai misa dilanjutkan ke Pastoran untuk mengunjungi (alm) Paklik Romo Sabda Utomo…selanjutnya adalah pulang sembari berhenti di pertokoan untuk membeli sesuatu sebagai kado, terkadang memilih sendiri-terkadang dipilihkan, walaupun lebih sering dipilihkan…Natal kali ini terasa cukup berbeda, tidak ada baju baru, tidak ada keluarga inti, tidak ada kunjungan ke Pastoran, dan hal2 yang tersebutkan di atas…
“keluarga” baru, suasana baru, persepsi baru, pencerahan baru…itulah yang justru muncul…entah sudah berapa hari saya “tersesat” di dunia ini…
memang kadang teman imajiner saya minta untuk diberi sesuatu, yang artinya sama saja memberi pada diri ini sendiri…valentine beli coklat dimakan sendiri, paskah beli sesuatu dipake sendiri, dan natal kali ini tidak ada baju baru (atau bisa dibilang ngenes? hehe), bahkan meski sebelum berangkat ke gereja sedikit “dipaksa” memakai batik (agak kegedean) sama eyang, gara2 kalo ke gereja slalu pake baju yg sama…
entah kenapa tiba2 ingin membeli sesuatu untuk diri ini sendiri, diawali Om Denny Sakrie yang nyaranin buku Musicophilia…perburuan dimulai, hampir beberapa toko buku besar di kota ini dijelajahi, tapi ternyata nihil :( hingga akhirnya persinggahan terakhir adalah Kinokuniya yang konon katanya komplit…sesampai disana justru rasanya pengen membeli toko itu saja! tentu rak bagian musik yang pertama saya singgahi, berbagai buku yang belum pernah saya tahu sangat menarik minat, tapi sayang tidak bisa menarik uang yang ada di dalam dompet ini…
akhirnya fokus mencari Musicophilia ini, dan setelah perjuangan berat menelusuri ribuan buku yang ada dan akhirnya mentok nanya ke petugasnya, stock kosong! oke…karena sudah terlanjur niat beli, jadi mencari “pelampiasan” ke yang lain…rak bagian musik yang saya tuju…setelah hampir 1/2 jam saya memandangi bagian rak tersebut, hati masih saja bingung antara Kurt Cobain – Unseen, Bruce Springsteen, Jazz & Blues, Simply Red – If You Don’t Know Me By Now, The Doors ;;;; atau Eric Clapton, Brian “Head” Welch, BB King…
untuk bagian pertama yg saya sebutkan, saya bisa pulang telanjang kalo bener2 beli…dan akhirnya setelah menimbang bibit bebet dan bobotnya (dan telah berada di toko itu selama 2 jam lebih!)…saya mendapatkan kado Natal di tahun 2009 ini, setelah sekian lama tidak pernah mendapatkan, adalah berikut ini :

The Autobiography Eric Clapton

memang, saya meng-kado diri sendiri dengan buku ini…yang mana langsung teringat, beri’lah dirimu sendiri sebelum memberi orang lain…selama ini sepertinya diri ini tidak pernah memberi “makan” pada dirinya yang lain…hidup “sendiri” untuk waktu yang cukup lama membuat berubah diri ini ke bentuk yang lain…
terkadang memberi ke orang lain sama juga telah memberi diri ini sendiri sebuah “rasa”, tetapi memberi terus menerus hingga lupa pada diri sendiri tampaknya juga sama saja membunuh “rasa” itu…
terkadang pula orang memberi sesuatu hanya untuk sesaat, lalu apakah yang ia bakal “dapatkan” juga sesaat? tampaknya tidak juga, dampaknya ternyata sangat-sangat panjang, lama dan bisa juga sampai tahap komplikasi akut…
jikalau seandainya semisalnya itu telah terjadi, nothing you can do…meski mencoba untuk seakan-akan tidak ada “apa-apa”, namun “apa-apa” itu tetaplah pernah ada dan akan selalu ada…

jadi, hiburlah diri anda sendiri sebisa mungkin selama keadaan “tidak ada apa-apa” itu terus berlanjut, karena sekali lagi ingat, “apa-apa” itu bakal tetap ada…hal lain yang bisa kita lakukan adalah melakukan hal “apa-apa” yang lainnya (looking something new)…atau berilah diri anda sesuatu yang mungkin bisa jadi adalah milik orang lain atau bisa dialamatkan ke orang lain…setidaknya mulailah dari diri anda sendiri dulu…sebelum akhirnya menjadi milik orang lain…just Give a Gift to yourself…

jadi, meski tidak nyambung,,,mari selamat membaca :)
suatu kebetulan, membaca ini sembari mendengarkan album baru John Mayer – Battle Studies, yang notabene salah satu julukan JM adalah Mr.Slowhand Jr (Mr.Slowhand senior was Eric Clapton)…





The Living Legend

14 10 2009
mereka mungkin bilang ndeso, mungkin norak, mungkin nggumunan (kayak belum pernah liat) sama artis…

tapi terserah, ini bukan artis lagi hitungannya, karena bisa foto bareng sama living legend yang satu ini dah cukup satu kebanggaan sendiri…
orang itu adalah Om Yockie Suryoprayogo…
pengennya ngobrol, tapi karena beliau keburu prescon, dan belum kenal, jadi sungkan…apalagi pas di sebelahnya mulut ini tidak bisa berkata2, hanya bisa berkata “Om, boleh minta fotonya & makasih Om”…hanya dari denger suara beliau sudah keliatan banget wibawanya dan bikin merinding…

mengetahui beliau bermula dari iseng, trus ketemu blog’nya beliau dan multiply’nya…membaca tulisan pertama tentang Flower Generation, era dimana terdapat beberapa musisi yang ternyata “dipakai” oleh kepentingan elit tertentu…berlanjut ke MP’nya, yang penuh tulisan2 yang inspiratif dan membuka pikiran ini terhadap hal2 yang sebenarnya simpel dan basic banget, tapi justru sering terlewatkan…sungguh pemikiran beliau sangat hebat, termasuk golongan2 orang yang saya kagumi selain dosen2 di kampus (pak papillon alm, pak joe, pak danarka) dan beberapa teman lainnya…pandangannya yang logis, gak neko2 dan “cuek” membuat pikiran ini menjadi selalu lebih terbuka…
hal itu terlihat langsung ketika prescon, wartawan menanyakan mengenai umur penyanyi yang tampil, dan seketika itu beliau memotong dan berkata “jangan mencampur adukkan soal umur (pengalaman) penyanyi yang tampil dengan keseluruhan inti konser ini”…dalam hati langsung aku bilang “mampus lu pada”, hehe…langsung nohok tuh kata2 beliau dan langsung pada diem…
simpel, tegas, cuek tapi penuh arti…itulah beliau…sama persis dengan apa yang selalu ia tulis…
pernah menyayangkan ketika beliau cukup “terganggu” dengan kabar yang ada bahwa beliau tidak memberikan royalti dari kolaborasinya dengan alm.chrisye, tapi tulisannya di MP sangat2 menunjukkan bahwa kabar itu salah…(makanya, wartawan media **, kalo nulis ati2 :p, hehe)
sebenernya gak begitu tahu soal karir bermusiknya, tapi karena tulisan beliau jadi ngefans berat…

lanjutan dari membaca blog beliau, aku malah “nyasar” ke blog’nya Om Gatot Widayanto, yang akhirnya mengenalkan pada I-Rock dan bergabung, yang akhirnya juga mengenalkan pada orang2 yang kemudian membantu untuk bisa magang di SoundUp, yang membawaku bisa bertemu dengan Om Yockie (kembali ke awal)…sungguh memang jalannya seperti itu, karena akhirnya kemarin bisa ketemu langsung dengan Om Yockie…
semoga dari cuma foto bareng, nantinya bisa ngobrol lebih banyak dan sharing2 (dan semoga aku nggak grogi :p)

me with living legend Yockie Suryoprayogo

nb : yang dipegang Om Yockie mnarik juga, pengen minta, hehe…dari bau’nya aja dah oke, rasanya pasti juga oke…hahaha





Danger Danger – Revolve

12 09 2009
Revolve

sejak kemunculan 20 tahun lalu dengan s/t’nya…Danger Danger (D2) sudah cukup merasakan pahit
manisnya bermusik…mulai dari kesuksesan besar, tur dunia, legalitas album hingga akhirnya membuat masing – masing personel menjadi dikenal namanya, bahkan untuk kategori solois, seperti yang dilakukan Andy Timmons…who doesn’t know pencabik dawai lagu Carpe Diem ini???
ketenaran yang entah apakah secara langsung berdampak pada perform & kualitas D2, sehingga musiknya makin lama berubah…dan perubahan personel pun tidak terhindarkan juga…masuknya Paul Laine menurutku membuat D2 lebih heavy, karakter suaranya yg loud mungkin membuat glammer’s yang lebih menyukai loud & heavy but melodic (in which glam rock) menjadi bersemangat mendengarkan lagi….tetapi buat aku yang lebih cenderung mencari lagu2 ballad, menjadi sedikit kecewa karena cukup merubah karakter D2, bandingkan saja Afraid of Love di album Cockroach (dengan 2 versi)…

but…that’s few years ago…now after 20 years from their self titled, D2 with new (but old) formation back in the saddle…

album Revolve yang rencana rilis bulan September (semoga ada rilis lokalnya) akan membuat glammers 90an menjadi terobati kerinduannya akan sound, lick gitar dan lirik yang (walaupun telah dimodifikasi sesuai keadaan jaman) catchy…
memang, no Andy Timmons there…tapi Rob Marcello pintar mengisi kekosongan itu walaupun tidak maksimal, karena bagi yang familiar dengan lick Timmons dan notasi D2 era’nya, tidak akan menemui banyak hal seperti itu di album ini…
tentu buat saya pribadi, kembalinya Ted Poley membuat saya menjadi lebih tertarik untuk menganggukkan kepala and say “YES”, they are back…

That’s What I’m Talking About cukup membuka dengan baik lembaran album baru D2, suara dan sound yang khas menjadi kita inget era2 dulu…
Keep On Keepin’ On menggambarkan musik era 90an dengan dominasi melodic rock’nya…
sedangkan perbandingan lagu loud & heavy dengan ballad cukup berimbang, meski tidak semua menjadi favorit saya…
cukup kaget ketika mendengarkan Fugitive, saya kira ini lagu Def Leppard, karena suara Ted sangat2 mirip Joe Elliot, apabila sound gitar tidak terlalu “garing” dan pianonya lebih ke grand piano, saya bisa pastikan ini mendingan jadi lagunya Def Leppard :D , hehe…
memang, jika dicermati ada beberapa lagu yang suara Ted sangat mirip dengan Joe Elliot, tak tau kenapa, apakah karena tuntutan jenis lagu yang cukup ballad atau karena faktor usia…Fugitive sendiri menurutku menjadi lagu ballad yang tanggung, karena kurang lick ala Timmons…
atau yang menarik lagi adalah lagu Fu$ atau “Fu*k U Money”, lagu yang soundnya ballad, tapi tema lagunya bukan cinta (walaupun bisa ambigu)…
Rocket To Your Heart mengobati kerinduan lick ala D2 jaman dulu, tapi lagi2 kalau mendengarkan ini, seperti mendengarkan Def Leppard :D …lagu ini ada lirik yang aku suka banget
” I can’t wait for Cupids out and he hits mark….one thing i could is take Rocket To Your Heart”
(I wish I could)…
Never Give Up lagi2 mengingatkan pada Def Leppard, lagu ini ada lirik asyik juga
“try to remember the good times, try to forget all the pain, keep walkin’ on’, don’t let the feeling sleep away…never give up, just when you think there’s no tomorrow, love comes along to rescue the broken heart…”

and, finally…intinya sebenernya aku mau bilang kalau album ini kayak dengerin Def Leppard..hehe…tapi tetap, membuat kangen kita pada D2 atau musik era glam rock 90an terobati…setidaknya bagi saya…semoga album ini dapat mengobati kangen saya…amin…

tapi intinya, ini album RECOMMEND banget…





Kembang Wijoyo Kusumo

11 12 2008

dari Senin (8/12) sampe Selasa (9/12) aku cuma tidur 1 1/2 jam…gara2 ngerjain tugas framing…mmg udah dicicil, tapi tetep aja harus ada waktu buat dilembur, karena gak bakal selesai…
akhirnya dari Senin aku pergi dari rumah, baru Rabu dini hari pulang ke rumah, dengan keadaan dah gak jelas, di jalan pun gak sadar kl baru nyetir motor, pokoknya tiba2 dah di rumah dengan selamat,,,jadi selama di jalan gak tau ngapain aja, karena dah apalan selama pulang jadi mgkn gak sadar juga kalo mgkn aku tidur sebentar di jalan

sampai di rumah, pas mau buka garasi, cukup dikejutkan oleh sebuah “penampakan”, sebenarnya “penampakan” ini baunya wangi, tapi karena aku dah setengah teler jadi mgkn hidungku dah mampet…
mau tahu “penampakannya” apa? ini dia…

ya, memang penampakannya bunga…hehehe…
tapi ni bukan sembarang bunga, ini bunga Wijoyo Kusumo…gak tau knapa namanya begitu, ada yang tahu???
setahuku bunga ini harum banget, dan sangat sulit untuk tumbuh, tumbuhnya pun kayaknya setahun satu kali atau 2 kali dalam setahun aku lupa, yang jelas dia ada periodenya…
pohon ini sudah ada sejak rumahku masih di Bulaksumur, Jogja…ketika aku pindah rumah, pohon ini turut dibawa serta…dulu ketika masih di rumah lama, pohon ini sangat sering tumbuh, dan tempatnya di kebun di tengah rumah…tapi sejak pindah rumah, pohon ini tetap hidup tapi jadi sulit untuk keluar bunganya…entah kenapa, mungkin karena “kaget” dengan tempat baru…
namun beberapa tahun terakhir, bunganya sudah mulai keluar lagi, meski skala tumbuhnya masih kecil dibanding dulu…baru di tahun ini bunga itu sering banget tumbuh…
dulu, kalau dah ketahuan tunas bunganya dah keluar, kita sekeluarga pasti nungguin supaya bunganya mekar, bahkan ditungguin sampe pagi, karena bunga ini cuma mekar di malam hari, ketika siang dia bakal nutup lagi dan mati…gak tau kenapa mesti ditungguin gitu, tapi sejak pindah rumah kebiasaan itu sudah jarang dilakukan…
bunga ini punya pantangan untuk disentuh, baik ketika masih tunasnya maupun sudah mekar, karena dia akan mati dan menutup…
ketika pindah rumah ini, sangat jarang aku bisa melihat bunganya mekar, mungkin bisa dihitung dengan jari…atau kalau nggak ya cuma lihat tunasnya keluar, tapi besoknya dah mati…gak sempat lihat mekarnya…
tapi rabu pagi itu pandanganku langsung tertuju pada sisi kanan garasiku ketika mau buka pintu…sebuah bunga putih yang sedang mekar dengan indahnya…udah lamaaaaaaaaaaa banget aku gak lihat..akhirnya langsung kupandangi agak lama dan akhirnya aku foto dengan kamera seadanya…
seharusnya ada sedikit warna merah di belakang bunga, tapi karena kameranya ecek2 ya gak kliatan, bahkan warna putihnya jadi over banget…gak papa lah…
yang ini tadi siang (Kamis 11/12) ketika bunganya dah nutup dan mati…

ada yang bilang bunga ini membawa keberuntungan..tapi gak tau juga sih asal usulnya gimana…tapi yang jelas seneng aja bisa melihat bunga ini mekar lagi…indah banget soale…





Review : Understanding Comics – Scott McCloud

16 10 2008

buku ini ditulis (dan digambar) oleh Scott McCloud…

gila…!!!
pertama lihat buku ini aku kira komik (memang komik sih), tapi ternyata isinya adalah semiotika, filsafat, sinematografi, dan ilmu2 yang lainnya…
hebatnya lagi semua hal itu ditampilkan dengan narasi sebuah komik!!!
jadi seolah-olah kita sedang dibimbing secara langsung oleh guru kita…
gila, tapi otak harus bekerja dua kali, kalau cuma tulisan saja mungkin masih mending, tapi ini kita harus menginterpretasikan 2 hal sekaligus, gambar dan tulisan…yang akhirnya juga dijelaskan disitu betapa sulitnya menggabungkan gambar dan tulisan menjadi satu kesatuan…
buku yang sangat menarik menurutku, selain menjelaskan sejarah komik, isinya juga menjelaskan bagaimana sebuah komik itu dibuat, komik yang seperti apakah yang “baik”, yang dapat mencapai sasaran pembacanya? namun dibalik itu kita juga bisa belajar beretika dan moral…pokoknya komplit….!!!
tulisan dan gambar di dalamnya juga mempermainkan pikiran kita…





Hidup Dalam Toples

16 10 2008

ni yang motretin Suryo…gara2 buat nglengkapin koleksi teman2nya yang “dimasukkan” ke dalam toples…
pas difoto gak tahu bakal jadi kayak apa…dan gak nyangka, ternyata menakutkan..huwehehehehe…
backlight yg kecoklatan menambah kesan angker…hehehe
terus baju yang aku pakai juga gambarnya mendukung background, warnanya coklat2 gmana gitu…kesannya juga jadi kayak baju2 metal, padahal tu baju Slank yang road to peace with naif, tapi karena sablonnya dah hampir ilang, jadi keliatan pecah2 gambarnya…
yang pas rambut keurai malah kayak musisi metal jaman bahula (ya kalo skarang masih ada ya gak papa :p)…





Skid Row Batal Main, Soundrenaline Jogja Kacau

11 08 2008

tulisan ini dilandasi faktor kekecewaan sbenernya…walaupun mmg ada beberapa hal yg mmbuat acara sedikit tidak nyaman…
awalnya, setelah masuk kita merasa segala sesuatunya beres2 saja, lalu kmudian diberitahu teman yg ikut konferensi pers paginya bahwa Skid Row BATAL MAEN…aku kira bercanda, ternyata mmg betulan, tidak ada pengumuman resmi dari panitia, bahkan bagian informasi pun tidak tahu menahu.
kemudian efek domino muncul, ternyata tdk hanya Skid Row yg batal, Dewa, White Shoes, Aura Kasih pun gagal tampil…memang akhirnya ada beberapa band pengganti yg cukup menjanjikan seperti POWERSLAVES..kmudian ada Burger Kill ternyata…
namun sayang, kekecewaan yg sempat terhibur oleh adanya Powerslave muncul lagi stelah mreka hanya membawakan 3 lagu, dan parahnya ditempatkan di panggung Talent Star (paling ecek2 blh dibilang), come on man!!! apakah pantas sebuah band sperti Powerslave ditempatkan di panggung itu? minimal di Rising Star atau simpati stage’lah…(IMHO), untung performance mereka luar biasa…

tampaknya mmg ada kesalahan eknis di alat sound, tidak ada panggung yg bisa menampilkan sound dgn jernih, kl nggak bass’nya nyeter (pecah) bgt, distorsi gitar yg terlalu pecah, bahkan ambience’nya bermasalah, kadang soundya sperti jika mendengarkan kaset lama yg sudah ngombak suaranya,,,ditambah parah oleh kadang mic dari vokalis yg mati, sperti yg dialami Armand Maulana…
ini mengingatkan kasus di Soundrenaline Malang (aku baca di blog seseorang yg nonton), ketika Otong Koil emosi karena sound gitarnya bermasalah, akhirnya gitar itu dibantingnya dan dikasih ke penonton…brarti apakah mmg soundnya secara keseluruhan bermasalah?

secara keseluruhan aku mmg kecewa, dan itu juga terlontar oleh teman2ku yg nonton, dan mreka tidak hanya pengen ntn Skid Row sperti aku, tp mreka mau ntn band scr keseluruhan juga…
namun tetap ada hal2 yg menarik, sperti ketika Nidji membawakan lagu Chrisye – Seperti yg kau minta, kemudian menyisipkan suara Chrisye di tengah2 lagu, sembari menampilkan foto2 musisi yg telah tiada, sperti Gombloh, Chrisye, Jack Lesmana, dll…
lalu Titi DJ yg ciuman dgn Ofi setelah Ofi solo gitar, ada juga Waljinah (sinden) spertinya, yg membaca puisi dgn bahasa Jawa di tengah2 konser Pas band, isi puisi ttg keadaan politik Indonesia, yg stelah pmbacaan Pas Band bawain lagu Jengah, cocok bgt…

acara ditutup oleh Gigi yg sengaja membawakan lagu org laen, sperti Bengawan Solo, Kamulah satu-satunya, dan Balikin…pada awal2 sound gitar Budjana sangat tidak enak didengar mnurutku, distorsinya kacau, gak bisa bulet suaranya, tp untung ketika maen lagu akusik soundnya enak…di akhir lagu Budjana melemparkan gitar Parker’nya (yg kl gak salah harganya 40jt CMIIW), karena aku melihat dr jauh, tampak sperti ditangkap penonton, namun ternyata ia lempar ke kru’nya di dalam barikade :P

jadi, defiisi kacau di judul di atas adalah karena Skid Row batal maen utk kedua kalinya di Soundrenaline (untung aku ntn 4 bulan lalu), kmudian ada bberapa band yg jg batal maen, tidak jd melihat Aura Kasih yg aduhai..hehehe :P , sound yg tidak enak di telinga, giant screen yg mnurutku tidak berfungsi dgn baik, adanya blank spot utk sinyal HP menyulitkan komunikasi dgn teman, serta rundown acara yg melenceng jauh (terutama ketika menjelang sore)…

mgkn ada temen2 yg nonton jg?ada komentar laen mgkn?kl aku sih jelas kecewa…coba kalo band2 yg maen di Pekanbaru atau Malang jg maen di jogja, karena kbanyakan band rock maen dsana…smua pendapatku di atas jg atas dasar band yg aku tonton aja, karena setelah tahu Skid Row batal maen, aku langsung males banget, dan akhirnya jg sama sekali tidak motret…mgkn tar aku minta temenku foto2nya, tp menyusul :)





Review: Heavier Than Heaven (Kurt Cobain biography)

19 07 2008

sbenernya tahun 2001 keluarnya…tapi aku baru dapet 1 bulan yang lalu, itupun yang terjemahan Indonesia, dan mmg yg ini baru keluar di tahun 2007…
gara2nya pas ada acara Communication In Festival, kelompok profesi Teras ada Pojok Baca, mereka juga menjual buku2 yg buanyak bgt, harganya pun diskon…
aku tanya ada gak buku ttg musik? ada 2 ternyata yaitu pertama buku ttg musik sebagai metode pembelajaran kayaknya (buku ini juga pernah dibaca Om G, yg di dalamnya tertulis : musik rock itu dapat mengganggu kesehatan, kira2 intinya gitu…ya langsung tak skip lah judul ini :p ) dan yang satunya ttg Kurt Cobain ini…
harganya ternyata jadi setengah harga setelah kena diskon,,,mantabh deh…hehe

ttg bukunya:
kisah Kurt dari kelahirannya sampai kematiannya diceritakan dengan detail disini…sangat2 detail bahkan…dan ternyata memang Kurt punya gen seniman sekaligus gen utk bunuh diri, karena kakek dan saudaranya juga mati bunuh diri…
kemudian diceritakan bahwa Kurt adalah seorang yg pendiam dan pasif, terutama jika ia menghadapi masalah, ia cenderung menghindarinya…
perceraian ortu’nya dan masalah perutnya ternyata adalah masalah terbesar yg selalu menghantuinya hingga bunuh diri…

semangat punk rock jg selalu diusung Kurt meskipun masuk major label, terlihat dari dia selalu menolak tawaran tur dan manggung, serta bersedia untuk dibayar murah, bahkan tidak dibayar…
Kurt yg dulunya rocker, dan penggemar Sammy Hagar, akhirnya berubah haluan setelah mengenal punk rock…ada cerita unik juga ketika Eddie Van Halen yg mabuk berat (melebihi mabuknya Kurt) yg memohon-mohon pada Kurt untuk nge-jamm, tapi ditolak oleh Kurt (gila…Eddie VH lho!!!!!!!!!!!!!!!)
kehadiran anaknya, Frances, cukup menghilangkan kebiasaan buruknya, tapi tidak seratus persen, bahkan justru menjadi salah satu alasannya untuk suicide…

Kurt juga seperti memiliki kepribadian ganda, kadang dia bisa “sehat sekali” tapi kadang hanya “seonggok sampah” yang tidak pernah berhenti sakaw…kadang dia benci utk melakukan sebuah tur dan manggung, tp kadang dia marah2 jika videonya tidak diputar di MTV…
cukup ironis sebelum kematiannya, salah satu orang yang bertemu dengannya adalah Duff McKagan (GNR), ketika di pesawat…mereka duduk bersebelahan, padahal Nirvana dan GNR sering kali bersitegang, namun karena sama2 dari Seattle dan mengawali karir dari band punk, maka mereka bisa akrab…
kematian Kurt bisa dibilang karena trauma perceraian ortu’nya, masalah perutnya, serta yang paling penting adalah karena dia terlalu mencintai orang2 yang ada di sekelilingnya (ada di surat wasiatnya)…lho? aneh ya…ya memang, karena dia merasa akan lebih baik bagi putrinya dan teman2nya jika dia tidak ada di dunia ini, walaupun itu mgkn adalah cara yang paling tepat…
jadi, buat saudara2 semua, hendaknya ketika kita mencintai, janganlah terlalu berlebihan, karena cinta itu bisa membunuhmu!!!hehehe…

aku hanya memberi bintang 4, karena ada beberapa hal yg tidak diceritakan disitu lebih lanjut, seperti lambang smiley (ketika konser) yang mengeluarkan lidah itu dapat darimana?, kemudian bagaimana cerita Krist Novoselic, Dave Grohl ketika di masa2 Kurt bunuh diri kurang diekspos…yah, pokoknya ada beberapa hal yg kliatannya tu gak dicritain disitu, dan porsinya kurang, kadang kala malah terlalu berbelit-belit pada hal yg tidak begitu penting…

tapi tetep menarik secara keseluruhan…karena emosi kita diubek-ubek (dibuat naik turun) dari awal cerita…mengharukan…suatu ketika kita berharap Kurt menjadi sukses dan sejahtera, kemudian berubah menjadi antipati karena drugs, kmudian muncul harapan ketika dia sembuh dan ada Frances, tapi ternyata ia malah suicide…





new Blog…

14 07 2008

halo hola helo…

wahai temans…

aku ada info blog baru nih, namanya :

FISIP TRAVELLER (klik saja di tulisan itu)

ini blog yang isinya berisi tentang petualangan…petualangan dari beberapa mahasiswa FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta…

petualangan tidak sembarang petualangan, karena dilandasi latar belakang orang2nya yang beragam, mulai dari : pecinta alam, pecinta kuliner, fotografer, model (narsis), orang kurang kerjaan, orang nekat, orang aneh, orang-orangan…eh…pokoknya segalanya deh…membuat petualangan ini sangat seru dan mendebarkan…

karena selain itu “penyakit”nya adalah semua kegiatan yang dilakukan tidak pernah direncanakan sebelumnya, jadi serba dadakan, tapi selalu terlaksana dan menemukan hal yang baru…

monggo yang suka petualangan (tapi tentu dengan versi mereka) silahkan mampir…





Pengangguran Terselubung

3 07 2008

gimana bukan pengangguran…lha status sih mahasiswa, tapi kuliah juga dah habis, tapi belum lulus2…trus gimana??? ….
karena gak jadi2 KKL makanya semester pendek (SP) ini aku ambil 1 mata kuliah…cuma etika filsafat komunikasi aja, itung2 ndongkrak nilai…tapi ternyata tetep aja krasa nglangut (bosen) banget…gak ada kegiatan yang bisa dilakukan…
akhirnya, tiba-tiba menjadi suatu kebiasaan…ketika malam menjelang pukul 10 atau 11, aku, Jati, Gondez & Kris pasti sudah berkumpul di Ruang Kemahasiswaan (RK)…
sebenarnya apa yang kami lakukan hanyalah suatu kegiatan yang memeras otak…yaitu : BERMAIN KARTU REMI …!!!…wahahaha…ReMi juga bisa berarti “Remuk Mikir”…hehehe…
sebenarnya ini trend baru, karena sebelumnya kami cuma bermain poker saja, karena temen2 sering maen dengan satpam (kita adalah fakultas satu2nya yang bisa deket dengan hampir semua elemen kampus lho ) maka “virusnya” juga nular, ada beberapa yang mulai belajar, sedangkan aku sendiri dari kecil sudah bisa karena diajari almarhum Pakde’ku, tapi dah lupa, makanya juga belajar lagi, selain itu aturan yang ada di setiap tempat juga berbeda-beda…

Remi adalah permainan menggunakan seluruh kartu, jika 4 orang maka masing-masing 7 kartu…pertama kita harus punya “dasaran” kartu seri (2-3-4 keriting atau lainnya, harus sama gambar, untuk as jika memiliki 4 baru bisa jadi dasaran) baru bisa membuat trist / lebih (4-4-4, K-K-K, dll) kartu di tangan tidak boleh lebih dari 7, jika lebih maka nilainya akan berkurang 100, pada waktu putaran pertama kita tidak boleh langsung mengambil dari tumpukan yang dibuang…sedangkan joker tidak boleh diturunkan jika permainan belum selesai, dan joker bisa dipakai pelengkap (2-4, maka joker bisa jadi kartu #3), namun joker tidak bisa jadi dasaran…kemudian di awal buangan kita sudah bisa membuang kartu besar (lebih dari 10)…

kemudian penilaiannya : 2-10 (5 poin), joker (5 poin), K-Q-J (10 poin), As (15 poin)…jika menutup (game selesai) : 2-10 (50), K-Q-J (100), As (150), joker (200)…game berakhir jika ada yang menembus 1000…
itu kira2 peraturan di tempatku…bagaimana di tempat anda…???
apa yang kami lakukan semata-mata cuma untuk mengisi waktu, kami bisa bermain sampai pagi jam 6, dan hanya angka yang kami hitung, bukan uang…hehehe…

selama bermain kita juga selalu ditemani lagu2 rock, walaupun kadang lagu boyband atau lagu romantis…hahahaha :P :oops: :lol: