baju baru,celana baru,bahkan mungkin semua’nya yang kupakai tu baru…pagi2 berangkat mengikuti misa di gereja KotaBARU…untungnya boleh dibilang dulu saya bukan tipe golongan anak kecil jaman sekarang yang suka’nya lari2, teriak2, ataupun yang sampe membuat orang tuanya harus menggendong keluar agar tidak mengganggu orang lain…selesai misa dilanjutkan ke Pastoran untuk mengunjungi (alm) Paklik Romo Sabda Utomo…selanjutnya adalah pulang sembari berhenti di pertokoan untuk membeli sesuatu sebagai kado, terkadang memilih sendiri-terkadang dipilihkan, walaupun lebih sering dipilihkan…Natal kali ini terasa cukup berbeda, tidak ada baju baru, tidak ada keluarga inti, tidak ada kunjungan ke Pastoran, dan hal2 yang tersebutkan di atas…
“keluarga” baru, suasana baru, persepsi baru, pencerahan baru…itulah yang justru muncul…entah sudah berapa hari saya “tersesat” di dunia ini…
memang kadang teman imajiner saya minta untuk diberi sesuatu, yang artinya sama saja memberi pada diri ini sendiri…valentine beli coklat dimakan sendiri, paskah beli sesuatu dipake sendiri, dan natal kali ini tidak ada baju baru (atau bisa dibilang ngenes? hehe), bahkan meski sebelum berangkat ke gereja sedikit “dipaksa” memakai batik (agak kegedean) sama eyang, gara2 kalo ke gereja slalu pake baju yg sama…
entah kenapa tiba2 ingin membeli sesuatu untuk diri ini sendiri, diawali Om Denny Sakrie yang nyaranin buku Musicophilia…perburuan dimulai, hampir beberapa toko buku besar di kota ini dijelajahi, tapi ternyata nihil
akhirnya fokus mencari Musicophilia ini, dan setelah perjuangan berat menelusuri ribuan buku yang ada dan akhirnya mentok nanya ke petugasnya, stock kosong! oke…karena sudah terlanjur niat beli, jadi mencari “pelampiasan” ke yang lain…rak bagian musik yang saya tuju…setelah hampir 1/2 jam saya memandangi bagian rak tersebut, hati masih saja bingung antara Kurt Cobain – Unseen, Bruce Springsteen, Jazz & Blues, Simply Red – If You Don’t Know Me By Now, The Doors ;;;; atau Eric Clapton, Brian “Head” Welch, BB King…
untuk bagian pertama yg saya sebutkan, saya bisa pulang telanjang kalo bener2 beli…dan akhirnya setelah menimbang bibit bebet dan bobotnya (dan telah berada di toko itu selama 2 jam lebih!)…saya mendapatkan kado Natal di tahun 2009 ini, setelah sekian lama tidak pernah mendapatkan, adalah berikut ini :
memang, saya meng-kado diri sendiri dengan buku ini…yang mana langsung teringat, beri’lah dirimu sendiri sebelum memberi orang lain…selama ini sepertinya diri ini tidak pernah memberi “makan” pada dirinya yang lain…hidup “sendiri” untuk waktu yang cukup lama membuat berubah diri ini ke bentuk yang lain…
terkadang memberi ke orang lain sama juga telah memberi diri ini sendiri sebuah “rasa”, tetapi memberi terus menerus hingga lupa pada diri sendiri tampaknya juga sama saja membunuh “rasa” itu…
terkadang pula orang memberi sesuatu hanya untuk sesaat, lalu apakah yang ia bakal “dapatkan” juga sesaat? tampaknya tidak juga, dampaknya ternyata sangat-sangat panjang, lama dan bisa juga sampai tahap komplikasi akut…
jikalau seandainya semisalnya itu telah terjadi, nothing you can do…meski mencoba untuk seakan-akan tidak ada “apa-apa”, namun “apa-apa” itu tetaplah pernah ada dan akan selalu ada…
jadi, hiburlah diri anda sendiri sebisa mungkin selama keadaan “tidak ada apa-apa” itu terus berlanjut, karena sekali lagi ingat, “apa-apa” itu bakal tetap ada…hal lain yang bisa kita lakukan adalah melakukan hal “apa-apa” yang lainnya (looking something new)…atau berilah diri anda sesuatu yang mungkin bisa jadi adalah milik orang lain atau bisa dialamatkan ke orang lain…setidaknya mulailah dari diri anda sendiri dulu…sebelum akhirnya menjadi milik orang lain…just Give a Gift to yourself…
jadi, meski tidak nyambung,,,mari selamat membaca ![]()
suatu kebetulan, membaca ini sembari mendengarkan album baru John Mayer – Battle Studies, yang notabene salah satu julukan JM adalah Mr.Slowhand Jr (Mr.Slowhand senior was Eric Clapton)…




…





….
…!!!…wahahaha…ReMi juga bisa berarti “Remuk Mikir”…hehehe…
) maka “virusnya” juga nular, ada beberapa yang mulai belajar, sedangkan aku sendiri dari kecil sudah bisa karena diajari almarhum Pakde’ku, tapi dah lupa, makanya juga belajar lagi, selain itu aturan yang ada di setiap tempat juga berbeda-beda…
Recent Comments